Selasa, 05 Mei 2009

INDONESIA EXCHANGE
Menurut situs resmi Bursa Efek Indonesia, bursa efek atau pasar modal di Indonesia telah ada sejak masa penjajahan Belanda pada tehun 1912. Pada saat itu, pasar modal didirikan untuk kepentingan kolonial Belanda. Meskipun telah berdiri sejak 1912, namun perkembangan pasar modal di Indonesia kurang pesat. Bahkan sempat ditutup dan dibuka beberapa kali akibat adanya perang dan isu-isu politik yang muncul. Pada 10 Agustus 1977, bursa efek diresmikan oleh Soeharto. Namun perdagangan pada saat itu masih lesu (hanya ada 24 emiten) karena masyarakat lebih memilih menyalurkan dana ke perbankan. Pada tahun 1987 muncul Paket Desember (PAKDES 87) yang disusul paket deregulasi (1988-1990) yang memudahkan perusahaan melakukan penawaran umum pada pihak asing. Tanggal 16 Juni 198, Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya. Pada 22 Mei 1995, Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems). Pada 2007, Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia.
Indeks yang dipakai di BEI antara lain :
•LQ45
•JII
•IHSG
•Indeks Kompas100
•Indeks Sektoral
•Indeks Individual
•Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan

TOKYO STOCK EXCHANGE
Menurut Wikipedia.com, Tokyo Stock Exchange berdiri pada 15 Mei 1878 dengan nama Tokyo Kabushiki Torihikijo dibawah arahan menteri keuangannya saat itu Okuma Shigenobu and capitalist advocate Shibusawa Eiichi. Pada 1943, 10 bursa perdagangan dari kota besar di Jepang bergabung menjadi Japanese Stock Exchange yang kemudian sempat ditutup akibat bom Nagasaki. Pada 16 Mei 1949, perdagangan dibuka kembali dengan undang-undang perdagangan sekuritas yang baru. Tahun 2001, TSE menjadi stock company dari yang sebelumnya sebagai incorporated association dengan anggotanya adalah pemegang saham.
Menurut wikinvest.com, sampai tanggal 31 Desember 2007 sudah terdapat 2.414 perusahaan terdaftar di Tokyo Stock Exchange. Sedangkan produk yang ada pada TSE menurut situs resmi dari TSE (www.tse.com) antara lain saham, obligasi, obligasi convertible, ETFs, REITs, dan derivatif.
Berikut beberapa indeks utama yang ada di TSE menurut wikipedia.com :
•NIKKEI 225
•TOPIX
•J30

KOREA EXCHANGE
Menurut Indro Bagus (Indro, 2009) dalam tulisannya pada detikfinance.com, bursa Korea muncul pada 1956 dengan munculnya Korea Stock Exchange (KSEI) yang hanya menyediakan fasilitas perdagangan saham. Pada tahun 1996, Korean Securities Dealers Automated Quotations (KOSDAQ) berdiri yang kemudian dilanjutkan dengan berdirinya Korea Future Exchange (KOFEX) pada 1999. KOSDAQ melayani perusahaan dengan skala kecil, sedangkan KOFEX menyediakan produk derivatif dan kontrak berjangka. Pada tahun 2005, ketiga bursa tersebut merger menjadi Korea Exchange (KRX). Hingga akhir 2008, KRX telah berhasil mencatatkan 1.801 perusahaan, terdiri dari 763 perusahaan yang tercatat di KSE dan 1.038 perusahaan tercatat di KOSDAQ. Total kapitalisasi pasar KRX mencapai KRW 683 triliun terdiri dari KSE sebesar KRW 623 triliun dan KOSDAQ sebesar KRW 60 triliun di akhir 2008. Selama periode Januari hingga Maret 2009, KRX telah berhasil menambah 5 perusahaan tercatat baru, tiga di KSE dan dua di KOSDAQ. Jumlah emiten KRX hingga akhir triwulan I-2009 sebanyak 1.806 emiten, terdiri dari KSE 766 emiten dan KOSDAQ 1.040 emiten.
Produk KRX menurut Wikipedia.com, antara lain :
•Divisi pasar modal, dengan produk Saham, Obligasi, Exchange Traded Funds (ETFs), dan Real Estate Investment Trusts (REITs).
•Divisi pasar KOSDAQ, dengan produk Saham.
•Divisi pasar Derivatif, dengan produk Instrumen indeks, Instrumen FOREX, Instrumen Komoditas.

Indeks yang ada di Korea Exchange (www.krx.co.kr) :
•KRX100
•Sector Index
•KOSPI
•KOSPI 200
•KOSDAQ Composite Index
•KODI (Korean Dividend Stock Price Index)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar